Sabtu, 24 Desember 2016

Metode Evaluasi Poomsae



METODE EVALUASI POOMSAE
Metode evaluasi dibagi menjadi tiga ( 3 ) unsur :
o   Akurasi
o   Keterampilan
o   Ekspresi
Masing – masing poomsae memiliki suatu nama yang unik dan memiliki makna serta garis poomsae-nya sendiri. Makna dari masing – masing nama poomsae diungkapkan melalui kata – kata atau simbol. Aliran dari kelompok – kelompok gerakan yang diatur dalam garis poomsae itu memiliki keterkaitan yang erat dengan keseluruhan poomsae. Cara yang paling baik untuk memahami keseluruhan aliran itu seharusnya dimulai dari pemahaman tentang makna poomsae.
Ketika aliran dari setiap poomsae dipahami, maka pengaturan dari kelompok gerakan dalam garis poomsae pun dapat dimengerti dengan mudah. Jika seseorang dapat menguasai simetri bilateral dari garis poomsae, harmoni dari dinamisme, dan penempatan dari “ Ki “ yang muncul seperti yang diekspresikan dalam teriakan kihap, dan juga mengerti tentang pengaturan kecepatan ( alirannya, seberapa cepat dan lambatnya gerakan ) dan kekuatan ( seberapa besar kekuatan dan lembutnya gerakan ), maka dia dapat memahami ritme dari gerakan secara keseluruhan seperti yang diekspresikan melalui kelompok gerakan. Penempatan ‘ kihap ‘ adalah puncak dari poomsae, oleh karena itu mengetahui kapan harus meneriakkannya itu sangat penting. Garis poomsae adalah bagian dari ruang ketika dilakukan dan diekspresikan dalam kelompok gerakan, sementara performa aktual poomsae adalah bagian dari waktu yang ada dalam ruang itu.
Dalam poomsae, setiap gerakan adalah bagian dari satu kesatuan, dan kesatuan itu seharusnya menjadi suatu gerakan ( satu dalam semua dan semua dalam satu ). Gerakan poomsae mengacu pada koneksi dari setiap gerakan yang dilakukan dalam aliran kelompok gerakan. Itu dapat dikarakteristikkan melalui kecepatan dan kekuatannya, serta urutan kinetis yang membentuk ritme poomsae. Setiap gerakan dalam poomsae memiliki domain dinamisme dan ketenangan, dan itu membentuk ‘ aliran poomsae ‘.
Dalam kelompok gerakan, aturan gerakan adalah pengertian yang parsial dari poomsae, dan itu adalah bagian dari ‘ keakuratan ‘, sementara pengertian yang imparsial dari kelompok gerakan adalah bagian dari ‘ keterampilan ‘ dan ‘ ekspresi ‘. Poomsae dievaluasi melalui hubungan yang timbal balik antara bidang parsial ( keakuratan ) dan imparsial ( keterampilan dan ekspresi ). Oleh karena itu, jika seseorang menekankan pada akurasi poomsae, maka dia mungkin akan kehilangan keterampilan dan ekspresi. Dengan demikian, jika seseorang terlalu menekankan pada pentingnya keterampilan dan ekspresi, maka mungkin dia akan mengabaikan keakuratan.  Oleh karena itu, keselarasan dari parsialitas ( keakuratan ) dan imparsialitas ( keterampilan dan ekspresi ) seharusnya diamati dan dianalisis ketika melakukan evaluasi – evaluasi poomsae.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar