METODE EVALUASI POOMSAE
Metode evaluasi dibagi menjadi tiga ( 3 ) unsur :
o
Akurasi
o
Keterampilan
o
Ekspresi
Masing – masing poomsae memiliki suatu nama yang unik dan memiliki
makna serta garis poomsae-nya sendiri. Makna dari masing – masing nama poomsae
diungkapkan melalui kata – kata atau simbol. Aliran dari kelompok – kelompok
gerakan yang diatur dalam garis poomsae itu memiliki keterkaitan yang erat
dengan keseluruhan poomsae. Cara yang paling baik untuk memahami keseluruhan
aliran itu seharusnya dimulai dari pemahaman tentang makna poomsae.
Ketika aliran dari setiap poomsae dipahami,
maka pengaturan dari kelompok gerakan dalam garis poomsae pun dapat dimengerti
dengan mudah. Jika seseorang dapat menguasai simetri bilateral dari garis
poomsae, harmoni dari dinamisme, dan penempatan dari “ Ki “ yang muncul seperti
yang diekspresikan dalam teriakan kihap, dan juga mengerti tentang pengaturan
kecepatan ( alirannya, seberapa cepat dan lambatnya gerakan ) dan kekuatan (
seberapa besar kekuatan dan lembutnya gerakan ), maka dia dapat memahami ritme
dari gerakan secara keseluruhan seperti yang diekspresikan melalui kelompok
gerakan. Penempatan ‘ kihap ‘ adalah puncak dari poomsae, oleh karena itu
mengetahui kapan harus meneriakkannya itu sangat penting. Garis poomsae adalah
bagian dari ruang ketika dilakukan dan diekspresikan dalam kelompok gerakan, sementara
performa aktual poomsae adalah bagian dari waktu yang ada dalam ruang itu.
Dalam poomsae, setiap gerakan adalah bagian
dari satu kesatuan, dan kesatuan itu seharusnya menjadi suatu gerakan ( satu
dalam semua dan semua dalam satu ). Gerakan poomsae mengacu pada koneksi dari
setiap gerakan yang dilakukan dalam aliran kelompok gerakan. Itu dapat
dikarakteristikkan melalui kecepatan dan kekuatannya, serta urutan kinetis yang
membentuk ritme poomsae. Setiap gerakan dalam poomsae memiliki domain dinamisme
dan ketenangan, dan itu membentuk ‘ aliran poomsae ‘.
Dalam kelompok gerakan, aturan gerakan adalah
pengertian yang parsial dari poomsae, dan itu adalah bagian dari ‘ keakuratan
‘, sementara pengertian yang imparsial dari kelompok gerakan adalah bagian dari
‘ keterampilan ‘ dan ‘ ekspresi ‘. Poomsae dievaluasi melalui hubungan yang
timbal balik antara bidang parsial ( keakuratan ) dan imparsial ( keterampilan
dan ekspresi ). Oleh karena itu, jika seseorang menekankan pada akurasi
poomsae, maka dia mungkin akan kehilangan keterampilan dan ekspresi. Dengan
demikian, jika seseorang terlalu menekankan pada pentingnya keterampilan dan
ekspresi, maka mungkin dia akan mengabaikan keakuratan. Oleh karena itu, keselarasan dari parsialitas
( keakuratan ) dan imparsialitas ( keterampilan dan ekspresi ) seharusnya
diamati dan dianalisis ketika melakukan evaluasi – evaluasi poomsae.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar