Sabtu, 24 Desember 2016

Penjelasan Standar Penilaian Poomsae








PENJELASAN STANDAR PENILAIAN POOMSAE

        I.            AKURASI TEKNIK POOMSAE
a)      Akurasi dan Gerakan Dasar
Apresiasi yang komprehensif untuk kelancaran setiap gerakan, di mana orientasi semacam itu lebih mencirikan tingkat kemahiran yang tinggi.
b)      Detail Setiap Poomsae
Elemen – elemen penting dalam poomsae terdiri dari gerakan yang akurat dari setiap gerakan yang sudah ditetapkan, aliran dan langkah gerakan, kihap / teriakan dan sikap kuda – kuda posisi siap.

      II.            PRESENTASI
1.      Keterampilan
Penguasaan keterampilan teknik berhubungan secara langsung dengan banyaknya latihan yang diperuntukan untuk melatih dan menyempurnakan setiap gerakan. Pengamatan yang obyektif adalah ukuran yang sebenarnya dari intensitas setiap penerapan individu terhadap latihan seseorang.

2.      Ekspresi
Nilai intrisik atau internal direalisasikan melalui kesadaran psikologis, mental, dan emosional dan interpretasi yang diekspresikan dan diobservasi melalui performa ekstrinsik atau jasmaniah dari poomsae. Kedalam ekspresi yang dihasilkan dari interpretasi individu menjadi ukuran bagi tingkat kemahiran dalam penguasaan poomsae.

a)      Kekuatan dan kelenturan gerak, tempo ( cepat dan lambatnya gerakan ) dan ritme.
Sebagai tiga elemen penting, kekuatan dan kelenturan gerak, tempo ( cepat dan lambatnya gerakan ), dan ritme bukan merupakan unsur – unsur yang terpisah, melainkan suatu kombinasi integral yang membuat poomsae menjadi utuh.

Pertama,
Kekuatan dan kelenturan mengimplementasikan klarifikasi dari gerakan pembuka / pendahuluan dan gerakan utama. Biasanya, gerakan pembuka diawali dengan gerakan yang santai, sedangkan kecepatan dan kekuatan diledakkan pada gerakan utama, tetapi kadang tidak selalu demikian, tergantung dari sifat atau aturan gerakan.

Kedua,
Dari perspektif yang luas, ini mengimplikasikan karakteristik – karakteristik kekuatan dan kelembutan yang berdasarkan pada unit gerakan atau rangkaian gerakan.

Tempo Gerakan
Ditentukan oleh variasi dari kecepatan yang dibutuhkan dalam setiap gerakan, ini didefinisikan sebagai “ cepat “ atau “ lambat “ tergantung dari gerakan yang berikutnya. Semua eksekusi gerakan lainnya dilakukan dalam kecepatannya yang biasa

Ritme / Irama
Kolerasi antara gerakan dan alirannya. Ritme ada dalam gerakan, waktu dan ruang yang terukur, akan tetapi, dalam poomsae, performa yang memuaskan dari gerakan – gerakan yang berhubungan itu ada dalam urutan yang sesuai ketentuan. Oleh karena itu, lebih jauh lagi, ritme didefinisikan sebagai gerakan – gerakan yang dilakukan dan diulang kembali dalam eksekusi yang terstruktur dari elemen – elemen poomsae dalam batasan waktu tertentu.
Ritme didefinisikan juga sebagai aliran kekuatan dan kecepatan dari setiap gerakan.

b)      Ekspresi Tenaga
Kekuatan yang dari dalam ( inner strength ) itu terlihat dengan jelas dalam ekspresi yang alami dari kemahiran seseorang dalam melakukan gerakan dengan indah dan memiliki gaya tertentu dalam menggunakan fokus, semangat yang dari dalam, dan tenaga yang terkendali. Kriteria penilaian didasarkan pada fokus mata seseorang, kendali dan ritme nafasnya, Kihap / teriakan, semangat yang dari dalam, kendali diri, dan ekspresi wajah dari konsentrasi dan emosi.

    III.            PENGURANGAN POIN 0,5
1.      Akurasi ( Pengurangan Poin 0,5 )
a)      Ketika performa kontestan tidak sesuai dengan peraturan gerakan dari WTF ( kontestan melakukan gerakan yang salah besar ). Misalnya, kontestan melakukan gerakan ‘ barojireugi ‘ yang seharusnya adalah ‘ bandaejireugi ‘ sesuai ketetapan WTF.
b)      Kontestan berteriak ketika seharusnya dia tidak berteriak, atau tidak berteriak ketika seharusnya berteriak.
c)      Posisi awal dan posisi akhir tidak memiliki kesesuaian / tidak kembali ketempat semula ( jarak yang ditolerir satu kaki ).
d)      Ketika kontestan melakukan ‘ jittzikgi ‘ ( gerakan menghentak ) tanpa disertai tenaga dan suara yang cukup.

2.      Presentasi ( Pengurangan Poin 0,5 )
a)      Ketika kontestan melakukan ‘ gerakan ‘ atau ‘ poom ‘, dia tidak mengikuti aturan WTF dalam hal performa kecepatan ( tempo ), lebih dari dua kali.
b)      Fokus mata atau pernafasan tidak selaras dengan gerakan atau aliran gerak.
c)      Ketika kontestan melakukan gerakan apa pun dengan tidak lancar.
d)     Gerakan tidak mengalir dan tidak luwes pada gerak awal, atau tidak memiliki dampak di pengerahan tenaga.
                               e)  Ketika melakukan gerakan dalam jangkauan / lintasan                       
                                    yang tidak semestinya, atau ketika kontestan kehilangan keseimbangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar