PENJELASAN STANDAR PENILAIAN POOMSAE
I.
AKURASI TEKNIK POOMSAE
a) Akurasi dan Gerakan Dasar
Apresiasi yang
komprehensif untuk kelancaran setiap gerakan, di mana orientasi semacam itu
lebih mencirikan tingkat kemahiran yang tinggi.
b) Detail Setiap Poomsae
Elemen – elemen
penting dalam poomsae terdiri dari gerakan yang akurat dari setiap gerakan yang
sudah ditetapkan, aliran dan langkah gerakan, kihap / teriakan dan sikap kuda –
kuda posisi siap.
II.
PRESENTASI
1. Keterampilan
Penguasaan
keterampilan teknik berhubungan secara langsung dengan banyaknya latihan yang
diperuntukan untuk melatih dan menyempurnakan setiap gerakan. Pengamatan yang
obyektif adalah ukuran yang sebenarnya dari intensitas setiap penerapan
individu terhadap latihan seseorang.
2. Ekspresi
Nilai intrisik
atau internal direalisasikan melalui kesadaran psikologis, mental, dan
emosional dan interpretasi yang diekspresikan dan diobservasi melalui performa
ekstrinsik atau jasmaniah dari poomsae. Kedalam ekspresi yang dihasilkan dari
interpretasi individu menjadi ukuran bagi tingkat kemahiran dalam penguasaan
poomsae.
a) Kekuatan dan kelenturan gerak, tempo ( cepat
dan lambatnya gerakan ) dan ritme.
Sebagai tiga
elemen penting, kekuatan dan kelenturan gerak, tempo ( cepat dan lambatnya
gerakan ), dan ritme bukan merupakan unsur – unsur yang terpisah, melainkan
suatu kombinasi integral yang membuat poomsae menjadi utuh.
Pertama,
Kekuatan dan
kelenturan mengimplementasikan klarifikasi dari gerakan pembuka / pendahuluan
dan gerakan utama. Biasanya, gerakan pembuka diawali dengan gerakan yang
santai, sedangkan kecepatan dan kekuatan diledakkan pada gerakan utama, tetapi
kadang tidak selalu demikian, tergantung dari sifat atau aturan gerakan.
Kedua,
Dari perspektif
yang luas, ini mengimplikasikan karakteristik – karakteristik kekuatan dan
kelembutan yang berdasarkan pada unit gerakan atau rangkaian gerakan.
Tempo Gerakan
Ditentukan oleh
variasi dari kecepatan yang dibutuhkan dalam setiap gerakan, ini didefinisikan
sebagai “ cepat “ atau “ lambat “ tergantung dari gerakan yang berikutnya.
Semua eksekusi gerakan lainnya dilakukan dalam kecepatannya yang biasa
Ritme / Irama
Kolerasi antara
gerakan dan alirannya. Ritme ada dalam gerakan, waktu dan ruang yang terukur,
akan tetapi, dalam poomsae, performa yang memuaskan dari gerakan – gerakan yang
berhubungan itu ada dalam urutan yang sesuai ketentuan. Oleh karena itu, lebih
jauh lagi, ritme didefinisikan sebagai gerakan – gerakan yang dilakukan dan
diulang kembali dalam eksekusi yang terstruktur dari elemen – elemen poomsae
dalam batasan waktu tertentu.
Ritme
didefinisikan juga sebagai aliran kekuatan dan kecepatan dari setiap gerakan.
b) Ekspresi Tenaga
Kekuatan yang
dari dalam ( inner strength ) itu terlihat dengan jelas dalam ekspresi yang
alami dari kemahiran seseorang dalam melakukan gerakan dengan indah dan
memiliki gaya tertentu dalam menggunakan fokus, semangat yang dari dalam, dan
tenaga yang terkendali. Kriteria penilaian didasarkan pada fokus mata
seseorang, kendali dan ritme nafasnya, Kihap / teriakan, semangat yang dari
dalam, kendali diri, dan ekspresi wajah dari konsentrasi dan emosi.
III.
PENGURANGAN POIN 0,5
1. Akurasi ( Pengurangan Poin 0,5 )
a) Ketika performa kontestan tidak sesuai dengan
peraturan gerakan dari WTF ( kontestan melakukan gerakan yang salah besar ).
Misalnya, kontestan melakukan gerakan ‘ barojireugi ‘ yang seharusnya adalah ‘
bandaejireugi ‘ sesuai ketetapan WTF.
b) Kontestan berteriak ketika seharusnya dia
tidak berteriak, atau tidak berteriak ketika seharusnya berteriak.
c) Posisi awal dan posisi akhir tidak memiliki
kesesuaian / tidak kembali ketempat semula ( jarak yang ditolerir satu kaki ).
d) Ketika kontestan melakukan ‘ jittzikgi ‘ (
gerakan menghentak ) tanpa disertai tenaga dan suara yang cukup.
2. Presentasi ( Pengurangan Poin 0,5 )
a) Ketika kontestan melakukan ‘ gerakan ‘ atau ‘
poom ‘, dia tidak mengikuti aturan WTF dalam hal performa kecepatan ( tempo ),
lebih dari dua kali.
b) Fokus mata atau pernafasan tidak selaras
dengan gerakan atau aliran gerak.
c) Ketika kontestan melakukan gerakan apa pun
dengan tidak lancar.
d) Gerakan tidak mengalir dan tidak luwes pada
gerak awal, atau tidak memiliki dampak di pengerahan tenaga.
e) Ketika
melakukan gerakan dalam jangkauan / lintasan
yang tidak semestinya, atau ketika kontestan kehilangan keseimbangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar